Klub Foto – Photo Critique

•November 3, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Rabu ini klub foto akan kembali ketemu, kita akan bahas 1 foto dari tiap orang. Yang ingin dilakukan adalah membahas apa yang bisa di improve dari tiap foto. Buat pembaca blog ini yang ingin ikut berpartisipasi, please comment dan tinggalkan flickr / site fotografi URL dari foto yang ingin dibahas bersama….

——————————-

Berikut adalah foto hasil jepretanku..minta kritik dan saran ya :

IMG_4026

Hasil dari kamera | Canon EOS 40D | EF 70-200 f2.8 L IS with TC 1.4x @ 280mm | Apperture Priority | f5.6 | 1/800 secs | ISO400 | EV-1/3

Selanjutnya di proses menggunakan Canon DPP :

Canon DPP for Cropping & Sharpening

Canon DPP for cropping & sharpening

Dilanjutkan dengan menggunakan GIMP freeware. Olahan menggunakan layer terpaksa dilakukan karena ingin menonjolkan di kupu-kupu dengan cara membuat lingkungan sekitarnya agak gelap. Kalau menggunakan burning tools khawatirnya kurang rata :

Ready to flew_IMG_4026 Small

GIMP for layer + level | Picasa 3 for Auto Contrast

Dan paling akhir saya gunakan Picasa untuk memberikan text pada bagian kiri foto yang sudah disiapkan untuk teks :

Copy of Ready to flew_IMG_4026 Small

Final picture | Picasa 3 for text

Teknik memotret bunga (copyright by Jeffry Surianto)

•November 1, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ini sharing ilmu yang diperoleh dari Om Jeffry Surianto, maestro Macro dan Bunga. Kebetulan aku mendapat kesempatan emas belajar dari beliau.

Persiapan

Sebagai materi tentunya kita perlu membeli bunga segar. Bunga segar disimpan sesuai dengan aturan penyimpanannya, misalnya Tulip harus disimpan di ruangan ber-AC sebelum dikeluarkan untuk difoto. Jenis bunga yang akan di foto bisa beragam sesuai dengan keinginan.

Sebagai background bisa digunakan papan yang dilapisi kain beludru (misalnya hitam). Kenapa beludru? Karena kain ini serapan cahayanya paling baik, jadi tidak memantul.

Teknik

Aku tidak akan membahas mengenai teknik dasar seperti angle pemotretan, apperture yang digunakan agar DOF-nya dapat, ISO yang digunakan agar tidak noise tapi masih dapat speed-nya, dll. Pembahasan ini khusus ilmu yang “berbeda” dibandingkan pemotretan biasa.

Pencahayaan pada pemotretan bunga diusahakan adalah dari cahaya alami / window lighting. Hal ini dikarenakan menggunakan flash akan membutuhkan kontrol yang lebih sulit untuk mengeluarkan warna pada bunga, kebanyakan akan pucat. Selain itu gunakan white balance “daylight” dan bukan auto-white balance agar warnanya tidak salah.

Teknik yang diajarkan Om Jeffry adalah dengan melakukan pemotretan under-exposure terlebih dahulu. Untuk melakukan ini umumnya dibutuhkan Mode Manual pada kamera. Lakukan beberapa kali percobaan sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan, yaitu keseluruhan foto agak gelap dan tidak ada area over-exposure sama sekali.

Hasil yang akan kita peroleh adalah seperti dibawah ini :

Tulip07_IMG_3842 before

Canon EOS 40D | EF 100mm f2.8 Macro | Manual Mode | f11 | 1/100 secs | ISO400

Setelah itu maka post-production akan dilakukan, bisa menggunakan Adobe Photoshop atau GIMP (freeware) seperti yang saya gunakan. Kenapa kita butuh post-production? Karena sensor kamera tentunya tidak secanggih mata + otak kita, sehingga kita perlu melakukan adjustment pada foto. Bukan untuk membuatnya surealis / tidak seperti aslinya, tapi lebih membuatnya nampak seperti yang mata kita lihat, terutama dalam hal dynamic range-nya.

Proses yang dilakukan pertama – tama adalah menggunakan “Auto-Contrast” / “Auto – Strect HSV” di GIMP. Proses ini akan mengeluarkan warna-warna yang “terpendam” pada foto. Dilanjutkan dengan menggunakan kontrol “Level” dan “Saturation” jika diperlukan.

Tulip07_IMG_3842 step 1

Sesudah proses Auto Strecth HSV dan Kontrol Level

Setelah itu prosesnya agak manual, yaitu melakukan “Burning” terutama di area daun agar lebih gelap sedikit. Gunakan kuas tipis dengan type “Overlay” dan warna hijau untuk memperkuat sedikit saja warna hijau daun pada tulip, ingat bahwa warna daun tulip memang tidak hijau tua.

Selain itu gunakan “Dodging” terutama di area dekat kelopak bunga dan bagian bawah bunga yang gelap. Ini untuk menambah dynamic range dari foto lebih jauh. Jangan lakukan berlebihan, ingat bunga aslinya seperti apa ditangkap oleh mata kita. Aplikasikan “Burning” dan “Dodging” pada midtones foto agar lebih sempurna.

Terakhir lakukan resize sesuai kebutuhan (biasanya aku resize menjadi maximum 800 pixels dengan resolusi 300 dpi). Setelahnya lakukan penajaman gambar menggunakan filter “Sharpen”. Dan berikut adalah hasilnya :

Tulip07_IMG_3842small

Hasil akhir setelah Dodging, Burning, Resize dan Sharpening

Saya tahu belum sempurna :) tapi at least it’s a start. Semoga berguna ya

PS : Special thanks buat Om Jeffry yang tidak pernah pelit berbagi ilmunya

Flower on white

•November 1, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tulip06_IMG_3924small with text